Sabtu, 11 Juli 2009

KACAPI

Kacapi merupakan alat petik asli Indonesia yang serumpun dengan alat petik serupa yang terdapat di Asia tenggara dan Asia Timur (Thai, Birma, Vietnam, Cina, Korea dan Jepang
Di Indonesia kacapi terdapat pada suku batak, sunda, Jawa, dayak, bugis, toraja, timor dan daerah-daerah lainnya, bentuk dan nama alatnya sendiri berbeda-beda, misalnya ada yang menyebut kasapi, kacaping, kutiapi, kacapi, dsbnya.
Kacapi sunda, bentuk dn teknik memetiknya lebih berkembang dan sudah maju bila dibandingkan dengan alat-alat petik lainnya yang terdapat pada suku-suku lain di Indonesia, bahkan sekarang dengan adanya kemajuan teknologi, maka dibikinlah kacapi elektronik (kacapi yang diperkeras bunyinya dengan menggunakan arus listrik)
1. Bentuk Kacapi Sunda
Berdasarkan pada bentuknya, kacapi sunda mempunyai dua macam bentuk, yaitu
a) Kacapi parahu atau kacapi lesung atau ada pula yang menyebut kacapi gelung,
terdiri dari kacapi indung (bentuknya besar) dan kacapi rincik (bentuknya
kecil)
b) Kacapi siter yang disebut juga kacapi peti atau kotak, lebih praktis untuk
dibawa seperti halnya apabila membawa instrument gitar yang digunakan dalam
musik.Dari kedua bentuk kacapi di atas, pada pergelarannya mempunyai
kekhususan, yaitu kacapi parahu digunakan pada pergelaran tembang Cianjuran,
sedangkan kacapi siter untuk mengiringi Kawih bentuk anggana sekar, rampak
sekar dan sekar-sekar lainnya
2. Fungsi dan kedudukannya
Fungsi permainan kacapi dalam seni karawitan, baik gendingan maupun mengiringi sekar dan sebagai kelengkapan seni pantun dalam membawakan kisah-kisah raja zaman pajajaran, berfungsi dalam memainkan lagu luas sekali, baik sebagai pembawa irama, melodi, rangka lagu, lilitan dan akhiran lagu, tercakup dalam teknik permainanya. Oleh karena itu, kacapi merupakan alat yang istimewa, dapat digunakan untuk sekar, gending dan sekar gending, mudah dirubah larasnya sesuai dengan lagu yang akan dimainkan juga praktis untuk dibawa.
Kedudukan waditra kacapi adalah rangkap sebab dapat dimainkan secara mandiri tanpa bantuan waditra lain dan bisa pula berperangkat dengan waditra lain baik sebagai instrument pokok maupun instrument tambahan, misalnya pada kacapi-suling, kiliningan, degung, angklung, calung dan lain-lain.

3. Motif Tabuhan
Seperti telah diuraikan di atas bahwa fungsi kacapi dalam memainkan lagu sangat luas. Maka pada perkembangan motif tabuh kacapi ada beberapa macam yaitu:
a) Diranggem dan dikemprang untuk: mengirngi lagu sehingga kacapi berfungsi
sebagai “panganti” (menanti jatuhnya suara yang akan jatuh, baik pada kenongan
maupun goongan).
b) Disintreuk untuk membuat melodi pendek atau melodi panjang baik sebagai intro
maupun sisipan/gelenyu, maupun mengiringi sekar irama merdeka.
c) Gabungan dari kedua motif tabuh di atas, digunakan untuk mengiringi sekar dan
atau membuat melodi.
Di dalam pergelarannya, motif tabuh kacapi berbeda-beda tergantung kepada materi yang dipergelarkan, misalnya motif tabuh kacapi pada tembang Sunda/Cianjuran akan berbeda dengan motif tabuh pada Celempungan juga dengan jenaka sunda.
Untuk lebih jelasnya, baiklah kita tinjau satu persatu.
(1). Kacapi pada Tembang Cianjuran
q Kebanyakan laras yang digunakan dalam Tembang Sunda/Cianjuran adalah laras
pelog/degung, disamping laras nyorog/madenda, mandalungan dan laras salendro
q Kacapi digunakan untuk:
q Memberi patetan untuk sekar/vocal
q Mengejar, melilit dan menunggu “rubuh-rubuh sora” dari melodi sekar;
q Gelenyu-gelenyu (melodi awal dan melodi sisipan)
q Mengiringi lagu panambih/extra
2). Kacapi pada Pantun
Tabuh kacapi dalam pantun sebenarnya banyak hal yang sama dengan tabuh kacapi pada tembang, hanya teknis tabuhnya digunakan untuk memberi suasana, adegan-adegan perang, antawacana tiap tokoh, rajah, mengiringi sekar dan sebagainya.
Contoh notasi tabuh kacapi pantun
(3). Kacapi pada Celempungan
Kacapi pada celempungan fungsinya kebanyakan untuk mengiringi sekar, dengan cara dirangggeum. Laras yang biasa banyak digunakan adalah laras salendro. Adapun sekar bisa mempergunakan laras-laras lainnya. Dengan tabuhan yang sama, bisa mengiringi sekar yang larasnya lain, misalnya kacapi laras salendro mengingi sekar laras madenda atau degung, bahkan kadangkala laras pelog.
Terasa sekali bahwa kacapi dalam hal ini merupakan waditra yang fleksibel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar